Perlibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian
Baitil Jannati "Rumahku adalah Surga bagiku". Menunjukan bahwa keluarga merupakan sumber utama kebahagiaan anggota keluarga khususnya lingkungan tumbuh kembang anak. Hal ini mempertegas bahwa lingkungan keluarga memengaruhi karakter dan tabiat anak. Bagaimana kepribadian anak itu terbentuk adalah akibat dari apa yang dia dapat dalam keluarganya.
Sering kita mendengar bahkan mengamini bahwa keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Sebagaimana kita ketahui bahwa keluargalah yang pertama kali mencetak sifat anak, sifat baik atau sifat buruk, semua tergantung pada cara orang tau membimbing anak. Tidak dipungkiri bahwa keluarga bertanggung jawab terhadap kelangsungan kehidupan anak di masa depan.
Bagi orang tua, sah-sah saja punya impian yang tinggi untuk anak-anak mereka menjadi dokter, ilmuwan, arsitek, dan berbagai profesi lainnya, telah disiapkan oleh para orang tua sejak anak mereka masih dini. Dengan mengikuti berbagai kursus, anak-anak diharapkan nanti ketika mereka dewasa, dapat mewujudkan impian orang tua mereka. Namun, pernahkah sebagai orang tua berpikir bahwa selain pendidikan umum tuk meraih sukses di dunia, juga pendidikan religi harus ditanamkan sejak anak-anak masih belia? pernakah sebagai orang tua juga berpikir bahwa salah satu bobroknya etika anak disekolah sampai ketika dewasa dengan memegang kekuasaan adalah karena kurangnya pendidikan agama terutama akhlak di rumah sejak dini? pernakah orang tua berpikir bahwa cara terbaik dalam mengajari anak tentang etika dan akhlak adalah dengan cara mencantumkan dari mereka?
Mari sejenak kita renungkan! Di zaman serba cepat dan canggih ini tidak dapat dielakkan bahwa tanpa pendidikan umum bahkan ditambah dengan kursus segala bidang, maka anak-anak akan ketinggalan zaman dan dilindas oleh arus globalisasi. Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Segala macam pendidikan dicekoki ke anak-anak mereka tanpa berpikir minat dan bakat anak, suka atau tidak suka, dan nyaman atau tidak nyaman anak-anak mereka. Para orang tua silahkan melakukan semua hal diatas, namun ingatlah bahwa anak tidak hanya membutuhkan pendidikan umum tetapi juga pendidikan agama. Anak tidak hanya membutuhkan asupan gizi untuk tubuh dan otak tetapi mereka juga membutuhkan asupan jiwa berupa pelajaran agama.
Jika anak-anak yang masih labil akan jauh lebih menenangkan bila diisi dengan asupan agama. Mengaji kitab suci, sholat, amalan agama lainnya akan semakin memantapkan langkah anak-anak dalam menatap masa depanya. Dengan mengantongi pendidikan agama yang cukup, anak-anak diharapkan mampu mengamalkan ilmu keagamaan tersebut dengan menjadi pribadi yang baik. Karena agama apapun mengajarkan agar selalu dan senantiasa menjauhi kejelekan dan berbuat kebaikan.Dengan tekat inilah, anak-anak akan mampu mengurangi kebobrokan nilai-nilai yang menjadi pemicu kehancuran negeri.Misalnya dengan ilmu agama diharapkan mampu mengurangi korupsi-korupsi yang merajalela dinegeri ini.
Menentukan pendidikan yang baik untuk anak adalah kewajiban Orang tua. Peran serta Keluarga dalam mendidik anak memiliki pengaruh yang luar biasa. Keluarga hendaknya tidak hanya menuruh anak untuk berbuat sesuatu tetapi juga memberi contoh dan sekaligus menjadi teladan (role model) bagi anak. contoh kecil ketika berbicara dengan anggota keluarga lain, jika orang tua berbicara dengan sopan dan lembut kepada anaknya, maka anak sudah pasti akan menirunya. Dengan sendirinya, anak akan berbicara sopan dan lembut dengan orang tuanya dan dengan keluarga lainnya. Begitu pula dengan perbuatan, jika keluarga senang melakukan kekerasan fisik baik hanya dengan mencubit, maka anak pun akan melakukan hal yang sama kepada orang lain karena berpikir bahwa mencubit tidaklah salah seperti yang dilakukan orang tuanya.
Ada hal kecil yang sering dilupakan orang tua namun memiliki dampak yang dahsyat bagi anak, yaitu senantiasa berdo'a setiap kali sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan. Hal kecil ini akan mengakar di otak anak bahwa berdo'a adalah hal yang mampu menguatkan hati sebelum beraktivitas. Hal kecil ini juga akan menjadi kebiasaan yang baik bagi anak yang mungkin akan dibawa hingga dewasa. #sahabatkeluarga
Sering kita mendengar bahkan mengamini bahwa keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Sebagaimana kita ketahui bahwa keluargalah yang pertama kali mencetak sifat anak, sifat baik atau sifat buruk, semua tergantung pada cara orang tau membimbing anak. Tidak dipungkiri bahwa keluarga bertanggung jawab terhadap kelangsungan kehidupan anak di masa depan.
Bagi orang tua, sah-sah saja punya impian yang tinggi untuk anak-anak mereka menjadi dokter, ilmuwan, arsitek, dan berbagai profesi lainnya, telah disiapkan oleh para orang tua sejak anak mereka masih dini. Dengan mengikuti berbagai kursus, anak-anak diharapkan nanti ketika mereka dewasa, dapat mewujudkan impian orang tua mereka. Namun, pernahkah sebagai orang tua berpikir bahwa selain pendidikan umum tuk meraih sukses di dunia, juga pendidikan religi harus ditanamkan sejak anak-anak masih belia? pernakah sebagai orang tua juga berpikir bahwa salah satu bobroknya etika anak disekolah sampai ketika dewasa dengan memegang kekuasaan adalah karena kurangnya pendidikan agama terutama akhlak di rumah sejak dini? pernakah orang tua berpikir bahwa cara terbaik dalam mengajari anak tentang etika dan akhlak adalah dengan cara mencantumkan dari mereka?
Mari sejenak kita renungkan! Di zaman serba cepat dan canggih ini tidak dapat dielakkan bahwa tanpa pendidikan umum bahkan ditambah dengan kursus segala bidang, maka anak-anak akan ketinggalan zaman dan dilindas oleh arus globalisasi. Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Segala macam pendidikan dicekoki ke anak-anak mereka tanpa berpikir minat dan bakat anak, suka atau tidak suka, dan nyaman atau tidak nyaman anak-anak mereka. Para orang tua silahkan melakukan semua hal diatas, namun ingatlah bahwa anak tidak hanya membutuhkan pendidikan umum tetapi juga pendidikan agama. Anak tidak hanya membutuhkan asupan gizi untuk tubuh dan otak tetapi mereka juga membutuhkan asupan jiwa berupa pelajaran agama.
Jika anak-anak yang masih labil akan jauh lebih menenangkan bila diisi dengan asupan agama. Mengaji kitab suci, sholat, amalan agama lainnya akan semakin memantapkan langkah anak-anak dalam menatap masa depanya. Dengan mengantongi pendidikan agama yang cukup, anak-anak diharapkan mampu mengamalkan ilmu keagamaan tersebut dengan menjadi pribadi yang baik. Karena agama apapun mengajarkan agar selalu dan senantiasa menjauhi kejelekan dan berbuat kebaikan.Dengan tekat inilah, anak-anak akan mampu mengurangi kebobrokan nilai-nilai yang menjadi pemicu kehancuran negeri.Misalnya dengan ilmu agama diharapkan mampu mengurangi korupsi-korupsi yang merajalela dinegeri ini.
Menentukan pendidikan yang baik untuk anak adalah kewajiban Orang tua. Peran serta Keluarga dalam mendidik anak memiliki pengaruh yang luar biasa. Keluarga hendaknya tidak hanya menuruh anak untuk berbuat sesuatu tetapi juga memberi contoh dan sekaligus menjadi teladan (role model) bagi anak. contoh kecil ketika berbicara dengan anggota keluarga lain, jika orang tua berbicara dengan sopan dan lembut kepada anaknya, maka anak sudah pasti akan menirunya. Dengan sendirinya, anak akan berbicara sopan dan lembut dengan orang tuanya dan dengan keluarga lainnya. Begitu pula dengan perbuatan, jika keluarga senang melakukan kekerasan fisik baik hanya dengan mencubit, maka anak pun akan melakukan hal yang sama kepada orang lain karena berpikir bahwa mencubit tidaklah salah seperti yang dilakukan orang tuanya.
Ada hal kecil yang sering dilupakan orang tua namun memiliki dampak yang dahsyat bagi anak, yaitu senantiasa berdo'a setiap kali sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan. Hal kecil ini akan mengakar di otak anak bahwa berdo'a adalah hal yang mampu menguatkan hati sebelum beraktivitas. Hal kecil ini juga akan menjadi kebiasaan yang baik bagi anak yang mungkin akan dibawa hingga dewasa. #sahabatkeluarga
Website : sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id
Facebook : Sahabat Keluarga
Twitter : @shbkeluarga
Instagram : sahabatkeluargakemdikbud
Email : sahabatkeluarga@kemdikbud.go.id
Komentar
Posting Komentar